Senin, 15 November 2010

pengaruh arsitektur pada lingkungan

Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.

Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan. (wikipedia)

seorang arsitek harus memilik skill,teliti agar kita bisa membangun rumah dengan vegetasi yang sesuai agar tidak terjadi global warming,serta banjir akibat penggunaan blok dan aspal pada tanah yang terjadi pada daerah perkotaan yang mengakibatkan air hujan susah menjadi resapan air.serta taman kota yang semakin sedikit di perkotaan yang makin membuat kota jakarta semakin panas.

jadi kita sebagai arsitek harus memperhatikan dengan kondisi lingkungan dan cuaca,serta kokohnya bangunan dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan

Sabtu, 12 Juni 2010

bukaan ruang

Pada optika, terutama yang berhubungan dengan film dan fotografi, kedalaman ruang (bahasa Inggris: depth of field, DOF) adalah istilah khusus untuk menunjukkan ruang tertentu di dalam citra yang nampak relatif tajam karena adanya perbedaan ketajaman (fokus). Walaupun sebuah lensa hanya mempunyai satu fokus yang presisi, yaitu pada bidang fokus yang berada pada satu jarak fokus (focal distance) tertentu, penurunan ketajaman citra pada kedua sisi di samping bidang fokus bersifat gradual, sehingga di dalam kedalaman ruang, ketidaktajaman citra dapat tidak nampak pada kondisi perspektif normal.
Pada kondisi tertentu, seluruh komponen dalam foto diharapkan untuk nampak tajam, karenanya kedalaman ruang akan dibuat besar. Pada kondisi yang lain, kedalaman ruang yang lebih kecil menjadi efektif untuk penekanan subyek fotografi pada latar depan (foreground) atau latar belakang (background). Pada sinematografi, kedalaman ruang yang besar sering disebut deep focus dan kedalaman ruang yang kecil disebut shallow focus.
Perubahan kedalaman ruang dipengaruhi oleh tiga faktor:
  • Jarak fokus (focus distance) dari kamera, lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak obyek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh - dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula. Dengan kriteria lingkaran gamang (circle of confusion).
    • Saat fokus ditetapkan pada jarak hiperfokal (hyperfocal distance), kedalaman ruang akan berkisar antara setengah dari jarak hiperfokal hingga tak berhingga, dan merupakan kedalaman ruang terbesar untuk sebuah nilai bukaan.
  • bukaan (f-number) dari rana, lebar ruang tajam berbanding lurus dengan rana. Contoh: jika rana dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.
  • panjang fokus (focal length) dari lensa yang digunakan, lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).
  • Besar format (format size) bidang fokal, dengan subyek pada jarak moderat, kedalaman ruang ditentukan oleh pembesaran (magnification ratio) subyek dan bukaan rana (f-number). Pada bukaan tertentu, penambahan pembesaran, baik dengan bergerak mendekati subyek maupun dengan penggunaan lensa dengan panjang fokus yang lebih besar, akan menurunkan kedalaman ruang; sebaliknya menurunkan pembesaran akan membesarkan kedalaman ruang. Pada pembesaran tertentu, menaikkan nilai bukaan (mengecilkan diameter rana) akan membesarkan kedalaman ruang; menurunkan nilai bukaan akan membesarkan kedalaman ruang.



    Ruang adalah sebuah ruang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah asalnya akan menjadi sebuah ruang. ruang adalah daerah 3 dimensi dimana berbagai aktivitas tejadi didalamnya. Sebagai ruang tiga dimensi, dalam pembendaharaan perancangan arsitektur suatu
  • ruang ada yang disebut ruang kosong yang menggunakan kolom hanya pada bagian tertentu dan lebih luas ruangan tersebut
 ruang ini memiliki masa dimana orang dalam melalukan aktivitas tertentu di dalam sini

Bukaan-bukaan di dalam suatu ruang sangatlah penting. Tidak ada satupun kemenerusan visual dengan ruang yang berdekatan yang dimungkinkan tanpa adanya bukaan di dalam bidang-bidang penutup sebuah area spasial.

Pintu menyediakan akses masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi pola pergerakan dan kegunaan di dalamnya

Selasa, 20 April 2010

unsur sirkulasi

JENIS-JENIS POLA SIRKULASI

  • Pola Sirkulasi Linear
Semua jalan pada dasarnya adalah Linear, akan tetapi yang dimaksud disini adalah jalan yang lurus yang dapat menjadi unsur pembentuk utama deretan ruang.

  • Pola Sirkulasi Radial
Pola sirkulasi radial memiliki pola jalan yang berkembang dari, atau menuju suatu pusat .



  • Pola Sirkulasi Spiral
Pola spiral adalah suatu jalan menerus yang berasal dari titik pusat, yang berputar mengelilinya dan bertanbah jauh darinya.


  • Pola Sirkulasi Network
Pola sirkulasi Network (jaringan) terdiri dari beberapa jalan yang mengubungkan titik-titik terpadu dalam suatu ruang.

P.S Network






  • Pola Sirkulasi Campuran
Suatu bangunan biasanya memiiki suatu kombinasi dari pola-pola yang sudah disebutkan diatas. Akam tetapi, untuk menghindari  terbentuknya orientasi yang membingungkan, di bentuklah aturan urutan utama dalam sirkulasi tersebut.

sirkulasi ruang

1 Sirkulasi Penghubung Ruang  :
Sirkulasi: adalah suatu system pengudaraan di dalam suatu bangunan/ruang.
- Melewati ruang : adalah sirkulasi yang dengan system melewati ruang, yaitu pengudaraan masuk dam melewati ruang tersebut.
-Menembus ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara permanent menembus ruang biasanya pada atas kusen – kusen dan pintu – pintu.
-Berakhir dalam ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara memasuki ruang dan udara hanya berputar pada ruang tersebut.
Ventilasi Atap dan Loteng

- ventilasi pada atap dan loteng tertutup berupa ventilasi lis dan (pada atap miring) oleh ventilasi bubungan atap. Area ventilasi minimal 1/300 luas rung yang akan diberi ventilasi, dengan minimal 50% area ventilasi berada disepanjang bubungan atap. Bukan harus dilindungi dari penetrasi hujan, salju dan serangga.
- ventilasi lis atau ventilasi soffit dapat berupa lubang ventilasi menerus atau setrip ventilasi logam yang dipasang pada soffit lis, atau ventilasi sirkular yang dsusun secara pada frieze-boards.
Ventilasi Kolong

- kolong yang tidak dipanasi juga membutuhkan ventilasi. Bukaan memiliki luas minimal 1 – ½ sf(0,14 m2) untuk tiap 25 kaki (7620) dinding tepi. Sebaiknya terdapat paling sedikit satu bukaan untuk tiap sisi kolong, ditempatkan setinggi mungkin atau didekat sudut untuk ventilasi silang. Bukaan harus terlindungi dari serangga dengan lapisan sarinagan kawat.






hubungan ruang

RUANG VERTIKAL dan HUBUNGAN RUANG
A. Pengertian ruang vertikal.
Ruang vertikal adalah suatu ruang yang terdiri dari bidang – bidang horizontal yang mana pada setiap bidang tersebut diberi ketinggian secara vertical ( ke arah atas ) hingga membentuk suatu 3 dimensi.Beberapa pendapat para Arsitektur tentang ruang :
o Immanuel Kant
Ruang ialah sesuatu yang objektif sebagai hasil pemikiran dan perasaan yang ditimbulkan oleh manusia.
o Plato
Ruang ialah suatu kerangka atau wadah dimana objek dan kejadian tertentu berada.
Contoh :
I. Unsur – unsur Vertikal Linier.
Unsur – unsur vertical linier pada suatu ruang ialah segala atau semua aspek yang dapat membentuk sebuah sebuah ruang melalui titik ynag terarah.
Contoh :


II. Satu Bidang Vertikal.
Yang dimaksud dengan satu bidang vertical ialah suatu bidang tegak lurus yang diletakan sebagai figur pada suatu latar belakang yang berguna sebagai pembatas.
Contoh :


III.Empat Bidang Penutup.
Yaitu empat buah bidang yang berfungsi sebagai pembatas suatu bidang datar di bawah ( tanah ) dan atas ( atap ) pada setiap sisi – sisinya hingga membentuk suatu ruang.
Contoh :



B. Hubungan Ruang
Dalam setiap bangunan terdapat banyak ruang yang mempunyai fungsi yang berbeda – beda sesuai dengan keperluannya.Dalam pembagian ruang – ruang tersebut harus diperhatikan aktifias yangbdilakukan dalam masing – masing ruang tersebut.Hubungan ruang ialah hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan yang saling berkaitan.
Contoh :
I. Ruang Dalam Ruang
Ruang dalam ruang ialah dalam suatu ruang terdapat ruang lainnya yang biasanya dibatasi dengan sekat ( triplek, multiplek, gypsum, dll ) dan mempunyai perbedaan fungsi dengan ruang intinya.
Contoh :


penggabungan bentuk

PENGGABUNGAN BENTUK

Pengertian.

Penggabungan bentuk ialah “ penayatuan dua atau lebih jenis bentukdan bisa terjadi pada bentukkan yang sama ataupun bentuk yang berbeda”
  1. Edge to edge contact
Edge to edge contact yang berarti pinggir ke pinggir bentuk saling bersinggungan atau saling bertemu ( antara kedua ujung bentuk bertemu ) dan dua buah bentuk satu sisi bersamaan dan dapat berporos pada sisi lainnya.
.

  1. Face to face contact.
Face to face contact yang berarti bidang datar kedua bentuk saling bertemu dan Dua buah bentuk  dimana bidang – bidang datar pada bentuk – bentuk bisa juga terletak sejajar.

perubahan bentuk

1. Perubahan Dimensi
Suatu bentuk dapat diubah dengan memakai salah satu atau beberapa dimensi dan tetap mempertahankan identitasnya sebagai anggota bagian dari suatu bentuk awal. Sebuah kubus misalnya, dapat diubah menjadi bentuk-bentuk prisma serupa dengan mengubah ukuran tinggi, lebar atau panjangnya





















Perubahan bentuk
Semua bentuk dapat dipahami sebagai hasil dari perubahan benda pejal utama, melalui variasi-variasi yang timbul akibat manipulasi dimensinya, atau akibat penambahan maupun pengurangan elemen-elemennya

Selasa, 23 Februari 2010

Ruang dari bidang Horizontal dan Vertikal

 Bidang Dasar
Sebuah bidang datar horizontal yang terletak sebagai suatu figur di atas latar belakang yang kontras membentuk suatu daerah ruang sederhana. Daerah ini dapat diperkuat secara visual dengan cara-cara berikut.



Agar bidang datar horizontal dapat dilihat sebagai suatu figur, maka harus ada perbedaan yang menyolok dalam hal warna, gelap terang, atau tekstur antara bidang datar tersebut dengan sekelilingnya.










Bidang Dasar Dinaikkan


Bidang datar horizontal yang diangkat atau dinaikkan dari permukaan tanah akan menimbulkan permukaan vertikal sepanjang sisi-sisinya yang memperkuat pemisahan visual daerah tersebut dari dasar di sekitarnya




• Sisi bidang-bidang ditetapkan dengan baik.
• Kesinanbungan ruang dan visual dipertahankan.
• Pencapaian secara fisik mudah dilakukan.

• Kontinuitas visual dipertahakan.
• Kesinambungan ruang terputus.
• Pencapaian secara fisik menuntut penggunaan tangga atau ramp  (landaian).

• Kesinambungan visual maupun ruang diputuskan
• Daerah bidang yang ditinggikan tersolir dari bidang tanah atau bidang      lantai
• Bidang yang ditinggikan diubah menjadi unsur pelindung atap dari ruang di awahnya.

Bidang Dasar Diturunkan

Sebuah bidang datar horizontal yang diturunkan ke bawah permukaan tanah, menggunakan permukaan-permukaan vertikal pada daerah yang direndahkan untuk membentuk suatu volume ruang.




Derajat kontinuitas ruang antara kawasan yang diturunkan dan daerah di sekelilingnya tergantung pada skala perbedaan tinggi bidang-bidang tersebut.












Bidang Atas (Overhead)

Sebuah bidang datar horizontal yang diletakkan tinggi di atas membentuk volume ruang di antara bidang tersebut dan permukaan tanah di bawahnya.




Suatu bidang atas membentuk suatu daerah ruang di antara bidang tersebut dengan bidang dasarnya.













 Unsur-unsur Linier Vertikal



Unsur-unsur linier membentuk sisi-sisi tegak lurus dari suatu volume ruang.



 Ruang ini tidak memerlukan ruang lingkup yang luas untuk pendefinisian tetapi terkait secara bebas dengan lingkup tersebut.















Bidang Vertikal Tunggal

Sebuah bidang vertikal akan mempertegas ruang di hadapannya.




Daerah ruang di mana hanya terdapat satu bidang vertikal kurang jelas batas-batasnya. Bidang tersebut dapat membentuk hanya satu buah sisi dari daerah tersebut. Untuk membentuk suatu volume ruang 3-dimensi, bidang tersebut harus berinteraksi dengan unsur-unsur bentuk yang lainnya.






Bidang Berbentuk L

Suatu konfigurasi bentuk-L dari bidang-bidang vertikal menimbulkan suatu daerah ruang dan arah sudut keluar sepanjang diagonalnya.



Bidang-bidang dengan konfigurasi L tampak stabil dan mampu menyangga diri sendiri, serta dapat berdiri tegak di dalam ruang. Bentuk ini memiliki ujung-ujung terbuka yang merupakan unsur pembentuk ruang yang fleksibel.








Bidang-bidang Sejajar

Dua buah bidang vertikal sejajar membentuk suatu volume ruang di antaranya yang berorientasi aksial terhadap kedua ujung terbuka dari konfigurasinya


 Fungsi terpenting dalam penggunaan dinding vertikal adalah sebagai unsur penyangga dalam suatu sistem struktur dinding penahan. Dinding-dinding penahan akan membentuk ruang dengan kualitas arah yang kuat.
Ruang-ruang ini dapat dihubungkan satu dengan lainnya hanya dengan menyisipkan dinding penahan lain untuk menciptakan daerah ruang yang tegak lurus.





Bidang Berbentuk U
 
Suatu konfigurasi bentuk-U dari bidang-bidang vertikal membentuk suatu volume ruang yang orientasi utamanya menghadap ujung yang terbuka dari konfigurasinya

Sebuah konfigurasi bentuk U dari bidang-bidang vertikal membentuk daerah ruang yang memiliki fokus ke arah dalam serta orlentasi ke arah luar. Pada sisi tertutup dan konfigurasi itu, daerah tersebut terentuk dengan baik. Terhadap tepi yang terbuka, daerah terseut bersifat terbuka keluar (ekstrovert).





Empat Bidang Tertutup
 
Empat bidang vertikal membentuk batas-batas dari suatu ruang introvert dan mempengaruhi daerah ruang di sekeliling pagar tersebut.