Senin, 12 Maret 2012
Senin, 15 November 2010
pengaruh arsitektur pada lingkungan
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.
Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan. (wikipedia)
seorang arsitek harus memilik skill,teliti agar kita bisa membangun rumah dengan vegetasi yang sesuai agar tidak terjadi global warming,serta banjir akibat penggunaan blok dan aspal pada tanah yang terjadi pada daerah perkotaan yang mengakibatkan air hujan susah menjadi resapan air.serta taman kota yang semakin sedikit di perkotaan yang makin membuat kota jakarta semakin panas.
jadi kita sebagai arsitek harus memperhatikan dengan kondisi lingkungan dan cuaca,serta kokohnya bangunan dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan
bangunan adalah produksi manusia yang paling kasat mata. Namun, kebanyakan bangunan masih dirancang oleh masyarakat sendiri atau tukang-tukang batu di negara-negara berkembang, atau melalui standar produksi di negara-negara maju. Arsitek tetaplah tersisih dalam produksi bangunan. Keahlian arsitek hanya dicari dalam pembangunan tipe bangunan yang rumit, atau bangunan yang memiliki makna budaya / politis yang penting. Dan inilah yang diterima oleh masyarakat umum sebagai arsitektur. Peran arsitek, meski senantiasa berubah, tidak pernah menjadi yang utama dan tidak pernah berdiri sendiri. Selalu akan ada dialog antara masyarakat dengan sang arsitek. Dan hasilnya adalah sebuah dialog yang dapat dijuluki sebagai arsitektur, sebagai sebuah produk dan sebuah disiplin ilmu.
Istilah arsitek seringkali diartikan secara sempit sebagai seorang perancang bangunan, adalah orang yang terlibat dalam perencanaan, merancang, dan mengawasi konstruksi bangunan, yang perannya untuk memandu keputusan yang mempengaruhi aspek bangunan tersebut dalam sisi astetika, budaya, atau masalah sosial. Definisi tersebut kuranglah tepat karena lingkup pekerjaan seorang arsitek sangat luas, mulai dari lingkup interior ruangan, lingkup bangunan, lingkup kompleks bangunan, sampai dengan lingkup kota dan regional. Karenanya, lebih tepat mendefinisikan arsitek sebagai seorang ahli di bidang ilmu arsitektur, ahli rancang bangun atau lingkungan binaan. (wikipedia)
seorang arsitek harus memilik skill,teliti agar kita bisa membangun rumah dengan vegetasi yang sesuai agar tidak terjadi global warming,serta banjir akibat penggunaan blok dan aspal pada tanah yang terjadi pada daerah perkotaan yang mengakibatkan air hujan susah menjadi resapan air.serta taman kota yang semakin sedikit di perkotaan yang makin membuat kota jakarta semakin panas.
jadi kita sebagai arsitek harus memperhatikan dengan kondisi lingkungan dan cuaca,serta kokohnya bangunan dan penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan
Sabtu, 12 Juni 2010
bukaan ruang
Pada optika, terutama yang berhubungan dengan film dan fotografi, kedalaman ruang (bahasa Inggris: depth of field, DOF) adalah istilah khusus untuk menunjukkan ruang tertentu di dalam citra yang nampak relatif tajam karena adanya perbedaan ketajaman (fokus). Walaupun sebuah lensa hanya mempunyai satu fokus yang presisi, yaitu pada bidang fokus yang berada pada satu jarak fokus (focal distance) tertentu, penurunan ketajaman citra pada kedua sisi di samping bidang fokus bersifat gradual, sehingga di dalam kedalaman ruang, ketidaktajaman citra dapat tidak nampak pada kondisi perspektif normal.
Pada kondisi tertentu, seluruh komponen dalam foto diharapkan untuk nampak tajam, karenanya kedalaman ruang akan dibuat besar. Pada kondisi yang lain, kedalaman ruang yang lebih kecil menjadi efektif untuk penekanan subyek fotografi pada latar depan (foreground) atau latar belakang (background). Pada sinematografi, kedalaman ruang yang besar sering disebut deep focus dan kedalaman ruang yang kecil disebut shallow focus.
Perubahan kedalaman ruang dipengaruhi oleh tiga faktor:
Bukaan-bukaan di dalam suatu ruang sangatlah penting. Tidak ada satupun kemenerusan visual dengan ruang yang berdekatan yang dimungkinkan tanpa adanya bukaan di dalam bidang-bidang penutup sebuah area spasial.
Pintu menyediakan akses masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi pola pergerakan dan kegunaan di dalamnya
Pada kondisi tertentu, seluruh komponen dalam foto diharapkan untuk nampak tajam, karenanya kedalaman ruang akan dibuat besar. Pada kondisi yang lain, kedalaman ruang yang lebih kecil menjadi efektif untuk penekanan subyek fotografi pada latar depan (foreground) atau latar belakang (background). Pada sinematografi, kedalaman ruang yang besar sering disebut deep focus dan kedalaman ruang yang kecil disebut shallow focus.
Perubahan kedalaman ruang dipengaruhi oleh tiga faktor:
- Jarak fokus (focus distance) dari kamera, lebar ruang tajam berbanding lurus dengan kuadrat jarak obyek. Jika kita mengubah jarak antara kamera dengan objek sebesar 3x (lebih jauh - dengan menggeser kamera mundur dari posisi semula) maka lebar ruang tajam akan menjadi 9x lebar semula. Dengan kriteria lingkaran gamang (circle of confusion).
- Saat fokus ditetapkan pada jarak hiperfokal (hyperfocal distance), kedalaman ruang akan berkisar antara setengah dari jarak hiperfokal hingga tak berhingga, dan merupakan kedalaman ruang terbesar untuk sebuah nilai bukaan.
- bukaan (f-number) dari rana, lebar ruang tajam berbanding lurus dengan rana. Contoh: jika rana dinaikkan 2 stop dari f/8 ke f/16, maka lebar ruang tajam akan menjadi 2x lebar semula.
- panjang fokus (focal length) dari lensa yang digunakan, lebar ruang tajam berbanding terbalik dari kuadrat panjang fokus. Dengan kata lain, lebar ruang tajam akan menjadi 4x lebar semula jika kita mengubah lensa dari 100mm ke 50mm (panjang fokus lensa setengah dari semula).
- Besar format (format size) bidang fokal, dengan subyek pada jarak moderat, kedalaman ruang ditentukan oleh pembesaran (magnification ratio) subyek dan bukaan rana (f-number). Pada bukaan tertentu, penambahan pembesaran, baik dengan bergerak mendekati subyek maupun dengan penggunaan lensa dengan panjang fokus yang lebih besar, akan menurunkan kedalaman ruang; sebaliknya menurunkan pembesaran akan membesarkan kedalaman ruang. Pada pembesaran tertentu, menaikkan nilai bukaan (mengecilkan diameter rana) akan membesarkan kedalaman ruang; menurunkan nilai bukaan akan membesarkan kedalaman ruang.
- Ketika sebuah foto dibuat dengan dua besar format yang berbeda pada bukaan dan lensa yang memberikan sudut pandang yang sama, besar format yang lebih kecil akan memberikan kedalaman ruang yang lebih besar.
- Ketika sebuah foto dibuat dengan dua besar format yang berbeda pada bukaan, panjang fokus lensa dan jarak fokus (focal distance), jarak antara subyek dengan bidang fokal) yang sama, besar format yang lebih kecil akan menghasilkan kedalaman ruang yang lebih dangkal.
Ruang adalah sebuah ruang yang diperluas dalam arah yang berbeda dari arah asalnya akan menjadi sebuah ruang. ruang adalah daerah 3 dimensi dimana berbagai aktivitas tejadi didalamnya. Sebagai ruang tiga dimensi, dalam pembendaharaan perancangan arsitektur suatu - ruang ada yang disebut ruang kosong yang menggunakan kolom hanya pada bagian tertentu dan lebih luas ruangan tersebut
Bukaan-bukaan di dalam suatu ruang sangatlah penting. Tidak ada satupun kemenerusan visual dengan ruang yang berdekatan yang dimungkinkan tanpa adanya bukaan di dalam bidang-bidang penutup sebuah area spasial.
Pintu menyediakan akses masuk ke dalam ruangan dan mempengaruhi pola pergerakan dan kegunaan di dalamnya
Selasa, 20 April 2010
unsur sirkulasi
JENIS-JENIS POLA SIRKULASI
- Pola Sirkulasi Linear
- Pola Sirkulasi Radial
- Pola Sirkulasi Spiral
- Pola Sirkulasi Network
- Pola Sirkulasi Campuran
sirkulasi ruang
1 Sirkulasi Penghubung Ruang :
Sirkulasi: adalah suatu system pengudaraan di dalam suatu bangunan/ruang.
- Melewati ruang : adalah sirkulasi yang dengan system melewati ruang, yaitu pengudaraan masuk dam melewati ruang tersebut.
-Menembus ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara permanent menembus ruang biasanya pada atas kusen – kusen dan pintu – pintu.
-Berakhir dalam ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara memasuki ruang dan udara hanya berputar pada ruang tersebut.
Ventilasi Atap dan Loteng
- ventilasi pada atap dan loteng tertutup berupa ventilasi lis dan (pada atap miring) oleh ventilasi bubungan atap. Area ventilasi minimal 1/300 luas rung yang akan diberi ventilasi, dengan minimal 50% area ventilasi berada disepanjang bubungan atap. Bukan harus dilindungi dari penetrasi hujan, salju dan serangga.
- ventilasi lis atau ventilasi soffit dapat berupa lubang ventilasi menerus atau setrip ventilasi logam yang dipasang pada soffit lis, atau ventilasi sirkular yang dsusun secara pada frieze-boards.
Ventilasi Kolong
- kolong yang tidak dipanasi juga membutuhkan ventilasi. Bukaan memiliki luas minimal 1 – ½ sf(0,14 m2) untuk tiap 25 kaki (7620) dinding tepi. Sebaiknya terdapat paling sedikit satu bukaan untuk tiap sisi kolong, ditempatkan setinggi mungkin atau didekat sudut untuk ventilasi silang. Bukaan harus terlindungi dari serangga dengan lapisan sarinagan kawat.
Sirkulasi: adalah suatu system pengudaraan di dalam suatu bangunan/ruang.
- Melewati ruang : adalah sirkulasi yang dengan system melewati ruang, yaitu pengudaraan masuk dam melewati ruang tersebut.
-Menembus ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara permanent menembus ruang biasanya pada atas kusen – kusen dan pintu – pintu.
-Berakhir dalam ruang : adalah sirkulasi dengan system menembus ruang, yaitu udara memasuki ruang dan udara hanya berputar pada ruang tersebut.
Ventilasi Atap dan Loteng
- ventilasi pada atap dan loteng tertutup berupa ventilasi lis dan (pada atap miring) oleh ventilasi bubungan atap. Area ventilasi minimal 1/300 luas rung yang akan diberi ventilasi, dengan minimal 50% area ventilasi berada disepanjang bubungan atap. Bukan harus dilindungi dari penetrasi hujan, salju dan serangga.
- ventilasi lis atau ventilasi soffit dapat berupa lubang ventilasi menerus atau setrip ventilasi logam yang dipasang pada soffit lis, atau ventilasi sirkular yang dsusun secara pada frieze-boards.
Ventilasi Kolong
- kolong yang tidak dipanasi juga membutuhkan ventilasi. Bukaan memiliki luas minimal 1 – ½ sf(0,14 m2) untuk tiap 25 kaki (7620) dinding tepi. Sebaiknya terdapat paling sedikit satu bukaan untuk tiap sisi kolong, ditempatkan setinggi mungkin atau didekat sudut untuk ventilasi silang. Bukaan harus terlindungi dari serangga dengan lapisan sarinagan kawat.
hubungan ruang
RUANG VERTIKAL dan HUBUNGAN RUANG
A. Pengertian ruang vertikal.
Ruang vertikal adalah suatu ruang yang terdiri dari bidang – bidang horizontal yang mana pada setiap bidang tersebut diberi ketinggian secara vertical ( ke arah atas ) hingga membentuk suatu 3 dimensi.Beberapa pendapat para Arsitektur tentang ruang :
o Immanuel Kant
Ruang ialah sesuatu yang objektif sebagai hasil pemikiran dan perasaan yang ditimbulkan oleh manusia.
o Plato
Ruang ialah suatu kerangka atau wadah dimana objek dan kejadian tertentu berada.
Contoh :
I. Unsur – unsur Vertikal Linier.
Unsur – unsur vertical linier pada suatu ruang ialah segala atau semua aspek yang dapat membentuk sebuah sebuah ruang melalui titik ynag terarah.
Contoh :
II. Satu Bidang Vertikal.
Yang dimaksud dengan satu bidang vertical ialah suatu bidang tegak lurus yang diletakan sebagai figur pada suatu latar belakang yang berguna sebagai pembatas.
Contoh :
III.Empat Bidang Penutup.
Yaitu empat buah bidang yang berfungsi sebagai pembatas suatu bidang datar di bawah ( tanah ) dan atas ( atap ) pada setiap sisi – sisinya hingga membentuk suatu ruang.
Contoh :
Ruang vertikal adalah suatu ruang yang terdiri dari bidang – bidang horizontal yang mana pada setiap bidang tersebut diberi ketinggian secara vertical ( ke arah atas ) hingga membentuk suatu 3 dimensi.Beberapa pendapat para Arsitektur tentang ruang :
o Immanuel Kant
Ruang ialah sesuatu yang objektif sebagai hasil pemikiran dan perasaan yang ditimbulkan oleh manusia.
o Plato
Ruang ialah suatu kerangka atau wadah dimana objek dan kejadian tertentu berada.
Contoh :
I. Unsur – unsur Vertikal Linier.
Unsur – unsur vertical linier pada suatu ruang ialah segala atau semua aspek yang dapat membentuk sebuah sebuah ruang melalui titik ynag terarah.
Contoh :
II. Satu Bidang Vertikal.
Yang dimaksud dengan satu bidang vertical ialah suatu bidang tegak lurus yang diletakan sebagai figur pada suatu latar belakang yang berguna sebagai pembatas.
Contoh :
III.Empat Bidang Penutup.
Yaitu empat buah bidang yang berfungsi sebagai pembatas suatu bidang datar di bawah ( tanah ) dan atas ( atap ) pada setiap sisi – sisinya hingga membentuk suatu ruang.
Contoh :
B. Hubungan Ruang
Dalam setiap bangunan terdapat banyak ruang yang mempunyai fungsi yang berbeda – beda sesuai dengan keperluannya.Dalam pembagian ruang – ruang tersebut harus diperhatikan aktifias yangbdilakukan dalam masing – masing ruang tersebut.Hubungan ruang ialah hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan yang saling berkaitan.
Contoh :
Dalam setiap bangunan terdapat banyak ruang yang mempunyai fungsi yang berbeda – beda sesuai dengan keperluannya.Dalam pembagian ruang – ruang tersebut harus diperhatikan aktifias yangbdilakukan dalam masing – masing ruang tersebut.Hubungan ruang ialah hubungan interaksi fungsi suatu ruang dengan ruangan lainnya sesuai dengan kegiatan yang dilakukan yang saling berkaitan.
Contoh :
I. Ruang Dalam Ruang
Ruang dalam ruang ialah dalam suatu ruang terdapat ruang lainnya yang biasanya dibatasi dengan sekat ( triplek, multiplek, gypsum, dll ) dan mempunyai perbedaan fungsi dengan ruang intinya.
Contoh :
Ruang dalam ruang ialah dalam suatu ruang terdapat ruang lainnya yang biasanya dibatasi dengan sekat ( triplek, multiplek, gypsum, dll ) dan mempunyai perbedaan fungsi dengan ruang intinya.
Contoh :
penggabungan bentuk
PENGGABUNGAN BENTUK
Pengertian.
Penggabungan bentuk ialah “ penayatuan dua atau lebih jenis bentukdan bisa terjadi pada bentukkan yang sama ataupun bentuk yang berbeda”
.
Pengertian.
Penggabungan bentuk ialah “ penayatuan dua atau lebih jenis bentukdan bisa terjadi pada bentukkan yang sama ataupun bentuk yang berbeda”
- Edge to edge contact
.
- Face to face contact.
Langganan:
Postingan (Atom)

















